Pengertian dan Jenis Kebisingan

Kebisingan adalah bunyi yang tidak di kehendaki yang timbul dari berbagai peralatan – peralatan, baik peralatan industri atau juga dari peralatan rumah tangga, bunyi yang dihasilkan tidak boleh melebihi standar yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan, kebisingan dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan, kenyamanan, dan gangguan pada pendengaran bahkan dapat menimbulkan kerusakan alat indra pendengaran. Untuk mengukur kebisingan kita dapat mengukur dengan alat sound level meter. 

Jenis – Jenis Kebisingan

Kebisingan dibagi menjadi 5 jenis yaitu:

  1. Kebisingan yang kontinyu dengan spektrum frekuensi yang luas. Bising ini relatif tetap dalam batas kurang 5 dB untuk periode 0,5 detik berturut-turut. misalnya mesin-mesin, dapur pijar, dan lain-lain.
  2. Kebisingan yang kontinyu dengan spektrum frekuensi yang sempit. Bising ini juga relatif tetap, akan tetapi ia hanya mempunyai frekuensi tertentu saja (pada frekuensi 500,1000, dan 4000 Hz). Misalnya gergaji serkuler, katup gas, dan lain-lain.
  3. Kebisingan terputus-putus (intermitten). Bising disini tidak terjadi secara terus menerus melainkan ada periode relatif tenang. Misalnya suara lalu lintas, kebisingan dilapangan terbang. 
  4. Bising implusif. Bising jenis ini memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dB dalam waktu yang sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya. Misalnya tembakan, suara letusan mercon, meriam.
  5. Bising implusif berulang. Sama dengan bising implusif, hanya saja disini terjadi secara berulang-ulang. Misalnya mesin tempa.

Sumber Kebisingan

Sumber kebisingan ditempat kerja berasal dari peralatan dan mesin-mesin yang sedang beroperasi. Hal-hal yang dapat menimbulkan kebisingan pada peralatan dan mesin-mesin yaitu:
  • Mengoperasikan mesin-mesin produksi yang sudah cukup tua.
  • Terlalu sering mengoperasikan mesin-mesin kerja pada kapasitas kerja cukup tinggi dalam periode operasi cukup panjang.
  • Sistem perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi ala kadarnya. Misalnya mesin diperbaiki hanya pada saat mesin mengalami kerusakan parah.
  • Melakukan modifikasi/perubahan/pergantian secara parsial pada komponen-komponen mesin produksi tanpa mengidahkan kaidahkaidah keteknikan yang benar, termasuk menggunakan komponen-komponen mesin tiruan.
  • Pemasangan dan peletakan komponen-komponen mesin secara tidak tepat (terbalik atau tidak rapat/longgar), terutama pada bagian penghubung antara modul mesin (bad conection).
  • Penggunaan alat-alat yang tidak sesuai dengan fungsinya.
Dampak Kebisingan 
Kebisingan merupakan suara yang tidak dikendaki. Apabila suatu suara menganggu orang yang sedang membaca ataupun yang sedang mendengarkan musik, maka suara itu adalah kebisingan bagi orang itu meskipun orang-orang lain tidak terganggu oleh suara tersebut. Meskipun pengaruh bising banyak kaitannya dengan faktor-faktor psikologis dan emosional, ada terdapat juga kasus-kasus dimana akibat-akibat serius seperti kehilangan pendengaran terjadi karena tingginya tingkat kenyaringan suara atau karena lamanya telinga terpasang pada kebisingan tersebut. Pengaruh-pengaruh kebisingan antara lain:
1. Pengaruh kebisingan terhadap fisiologis, meliputi:
  • Kerusakan pendengaran kerusakan pendengaran akibat kebisingan adalah rusaknya organ-organ dalam pendengaran.
  • Penurunan Pendengaran (Hearing Loss) Penurunan pendengaran adalah bergesernya ambang batas pendengaran seseorang menjadi lebih tinggi dari ambang batas manusia normal, sehingga telinga tidak mampu mendeteksi tingkat tekanan bunyi pada 0 dBA sampai batas pergeseranya. 
2.Pengaruh kebisingan terhadap psikologis, meliputi:
  • Gangguan Tidur (Sleep Disturbance): Gangguan tidur yang dialami seseorang akibat kebisingan adalah bergesernya tingkat perasaan nyenyak saat tidur menjadi lebih rendah. Berkurangnya kenyamanan dan perasaan nyenyak saat tidur menyebabkan penurunan kebugaran.
  • Perasaan Terganggu (Annoyance): Perasaan terganggu oleh kebisingan adalah suatu respon seseorang terhadap bising di sekitarnya. Tingginya tingkat gangguan dan lamanya seseorang dalam lingkungan yang punya tingkat gangguan bising sangat besar menyebabkan seseorang beranggapan bahwa kebisingan tidak terlalu penting karena sudah terbiasa.
  • Stress Kebisingan: Stress Kebisingan yang mengenai seseorang sampai 85 dB(A) bisa berakibat stressnya seseorang. Stress ini ditandai dengan membesarnya pupil mata, naiknya tekanan darah dan meningkatnya asam lambung. Lebih jauh, kebisingan yang mengenai seseorang dengan jangka waktu yang lama mengakibatkan sakit mental, gelisah dan perasaan mudah marah.
Kontrol Kebisingan
Kontrol kebisingan
adalah melemahkan bunyi yang merambat dari sumber ke penerimaan dengan cara membuat hambatan – hambatan pada alat yang menimbulkan kebisingan lebih dari tingkat yang di izinkan dibawah ini bisa dilihat pada tabel 1 batas ambang bunyi yang diizinkan oleh kementrian lingkungan No: Kep. Men (48/MEN.LH/11/1996). dan batas waktu yang diizinkan oleh menteri ketenaga kerjaan . No. KEP-51/Men/1999.

Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup No:Kep. Men (48/MEN.LH/11/1996) baku tingkat kebisingan yang diizinkan dapat dilihat di tabel di bawah ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel